3 Brand UMKM Keren menurut Juliah Tessa di Palembang

Venesia dari Timur merupakan salah satu julukan untuk kota saya tercinta yaitu kota Palembang, karena Palembang adalah kota tertua di Indonesia sudah berdiri sejak masa Kerajaan Sriwijaya lebih dari 100 sungai dan anak sungai melintas dan mengalir di dalam kota ini. Terkenal dengan Jembatan Ampera dan makanan khasnya pempek, tidak hanya pempek disini saya akan berbagi informasi tentang UMKM kota palembang yang keren selain pempek.

Berbicara tentang UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) sudah tidak asing lagi di didengar, merupakan usaha perdagangan yang dikelola oleh badan usaha atau perorangan yang merujuk pada usaha ekonomi Produktif. Baiklah tidak usah berlama-lama berikut ini 3 Brand UMKM keren di Palembang :

1. PINDANG PEGAGAN H. ABDUL MUTA'AL 


Pindang pegagan adalah masakan khas suku Pegagan, suku Ogan. Suku ini bermukim di pesisir aliran Sungai Musi, tidak perlu repot jauh-jauh kesana karena sudah ada pindang pegagan di kota palembang yaitu :

Pindang Pegagan H Abdul Muta'al berdiri sejak tahun 2013, buka mulai pukul 10.00 sampai dengan 21.00 WIB. 

Beragam jenis pindang pegagan menjadi makanan utama yang tawarkan disini, yaitu mulai dari Pindang Ikan Patin, Pindang Ikan Baung, Pindang Ikan Gabus, Pindang Ikan Tapa, Pindang Ikan Salai, Pindang Kerang  Pindang Iga Bakar, Pindang Tulang sampai Pindang Udang Satang. 

Untuk harga makanan disini cukup terjangkau mulai dari Rp 25 ribu saja. warung pindang pegagan ini tidak hanya menyediakan makan berat, ada pula menu camilan khas Palembang seperti pempek, nasi kuning, rujak mie, dll. 

Rasa pindang pegagan H. Abdul muta'al yang sulit di lupakan indra pengecap karena hasil racikan rempah-rempah Indonesia dan ditambahan bumbu tradisional pak Abdul Muta'al, menjadikan pindangnya memiliki rasa yang sangat khas. Kombinasi rasa manis, asam, dan pedas bercampur padu menjadi satu, bahan nya dimasak jadi satu bersama ikan hingga matang sempurna seperti mencipi secara langsung di pulau pegagan suku Ogan. 

Letaknya yang strategis tidak begitu jauh dari Bandara Sultan Mahmud badarudin ll Palembang ditambah suasananya yang asri dikelilingi tamanan pepohonan serta di lengkapi pondok-pondok kayu, kolam ikan patin dan ikan hias, ruang meeting dan parkiran luas yang mampu memanjakan mata, selain perut kenyang jiwapun terasa tenang. 

Yang ingin intip-intip bisa langsung cek ;

IG        : pindangpegaganham 

Owner : H. Abdul muta'al

2. ES CAMPUR ASUK KOBOY

Es campur Asuk Koboy mendengar namanya yang unik membuat saya tertarik membeli es campur Asuk Koboy karena saya melihat postingan di Instagram Promo Palembang, jauh-jauh dari Talang kelapa saya menyusuri jalan dan hampir saja tersesat, tibanya disana saya bertanya kepada pemiliknya mengapa namanya Asuk Koboy? " karena saya suka koboy, asuk dalam bahasa Tionghoa berarti paman jadi artinya Paman Koboy," ujar bu Lina. 

Berdiri sejak tahun 1989 dahulu gerainya ada di ruko dempo dalam, gerai tersebut dihiasi topi-topi koboy, namun sekarang sudah berpindah ke Jalan Slamet Riady No.374, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Dengan desain interior yang lebih modern suasana cafe dengan tambahan musik mengihasi suasana yang baru, tapi rasa khas kacang merah dan dawetnya tidak berubah tetap sama tidak pernah saya jumpai es campur dengan kacang merah yang rasanya gemuk manis dan lembut satu mangkuk penuh dengan tape, roti, cincau, kolang-kaling, bisa juga tambah topping nangka dan nata de coco tidak kecewa saya sudah datang dari jauh sesuai ekspetasi dan sangat memuaskan. 


Asuk koboy buka mulai dari jam 08.00 sampai dengan 20.00 WIB, tidak hanya es asuk koboy juga menyediakan makanan. Berikut ini menu yang saya saat berada di kedai Asuk Koboy :

IG        : asukkoboy

Owner : ibu Lina

3. ADELLE CRAFT


Berbicara tentang kerajinan tangan atau kriya di kota Palembang yang tidak pernah bosan untuk diulas yaitu kain songket, Songket adalah kain tradisional khas Sumatera Selatan yang dianggap mewah dan mahal. Kain ini dibuat dengan teknik yang sulit dan dilakukan secara tradisional. Kata songket berasal dari kata sungkit dari kata kerja menjungkit benang, songket adalah kain yang di tenun dengan tangan dari bahan sutera atau katun yang di lapisi benang emas ataupun perak, songket khas Palembang yang biasanya menjadi pakaian penggantin, kebaya dan selendang, tapi di adelle craft membuat inovasi menggunakan kain songket menjadi tas, kalung, dan dompet sehingga muda untuk dibawa dan bisa dikenakan kapan dan dimana saja. Dengan tidak meninggalkan ciri khas yang mewah hasilnya sangat cantik-cantik


 yang masih penasaran bisa langsung cek 

IG         : adelle.craft

Owner  : Adellaya Zahra

Baiklah teman-teman mungkin itu dulu dari saya 3 Brand UMKM keren di Palembang semoga bermanfaat 

Komentar

  1. Sangat menarik, saya sebagai pencinta kuliner merasa berterima kasih kepada sdr Julia Krn sdh membuat tulisan ini, jadi saya bisa mengunjungi tmpt yg sdh di rekomendasikan trsbt di atas. Jadi saya tidak bingung lgi kalau saya sdng berada di Palembang, untuk mencari tmpt makan/minum yg enak di kota Palembang.

    BalasHapus

Posting Komentar